Fasilitas Akhirat Bagi orang Yang Berpuasa

Ramadan_Mubarak_2009_by_DonQasim

Alhamdulillah, kita bersyukur kehadirat Allah SWT atas hadirnya bulan Ramadhan yang mulia

ditengah-tengah kita, bulan yang diliputi kemuliaan dan janji-janji pengampunan. Semoga kita

benar-benar mampu mengisinya dengan amal kebaikan yang istiqomah. Sholawat dan salam

marilah kita sampaikan kepada baginda Rasulullah SAW sang junjungan, yang senantias

menjadikan Ramadhan bulan penuh dengan amalan siang dan malam. Marilah kita berusaha

mencontoh beliau dalam setiap langkah meniti hari di bulan Ramadhan yang mulia ini.

Advertisement

Kita sudah meniti hampir sepertiga dari bulan Ramadhan ini, marilah kita kembali menguatkan

diri dan memotivasinya agar tak lengah dan tak surut dalam beramal mengisinya dengan amal

kebaikan. Karena sesungguhnya manusia diciptakan dalam kondisi yang lemah. Wa khuliqol

insaaanu dhoiifaa … (QS An-Nisa 28). Karena itulah terkadang semangat mengisi Ramadhan hari

pertama berbeda dengan hari kelima, keenam dan seterusnya. Kian hari terlihat kian surut.

Bahkan naudzubillah, ada yang ‘menyelesaikan’ Ramadhan dalam hatinya begitu melewati

sepertiga Ramadhan. Ramadhan terasa sudah usai, dan ia kembali dalam kesibukan dan

rutinitas hariannya sebagaimana sebelum Ramadhan. Maka kitapun menjadi saksi bagaimana

hari-hari kesebelas dan seterusnya, barisan sholat tarawih di masjid mulai menyusut ke depan.

Yang terlihat istiqomah hanya mereka yang memang senantiasa menjadi memakmurkan masjid

pada hari-hari diluar Ramadhan.

Jamaah sekalian rahimakumullah …

Untuk menjaga kualitas dan kontinyuitas amal kita dalam bulan Ramadhan ini, marilah kembali

mengingat janji Allah yang dijanjikan kepada kita, khususnya yang berkaitan dengan ibadah

puasa yang kita jalani ini. Dengan menghayati apa saja yang akan diberikan Allah SWT kepada

kita, maka insya Allah puasa kita akan terasa ringan, sebagaimana kitapun akan lebih

bersemangat dalam menjalankan amal kebaikan lainnya di dalam Ramadhan. Mari kita lihat

kembali bagaimana sesungguhnya fasilitas yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala kepada

mereka yang berpuasa dengan baik di bulan Ramadhan ini.

Pertama : Ampunan di sisi Allah SWT

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang kita sama-sama sering mendengarnya disampaikan

para muballigh dalam hari-hari ini. Hadits yang singkat tetapi mempunyai nilai motivasi yang

kuat bagi kita : “ Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan penuh pengharapan,

maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu “ (HR Bukhori Muslim).

Siapa yang tidak bergembira mendapatkan ampunan dari setiap dosa ? Karena sungguh setiap

kita tidaklah berjalan di atas muka bumi ini kecuali dengan memanggul dosa yang terus

bertambah setiap harinya, tanpa kita sadari. Ibaratnya tahanan, maka puasa akan menjadikan

kita mendapatkan remisi pembebasan dari neraka. Amin allahumma amiin. Tentunya dengan

dua syarat yang telah disebutkan begitu jelas dalam hadits tersebut, yaitu : dengan penuh

keimanan dan pengharapan. Berpuasa dengan sepenuh keikhlasan dan keyakinan, serta

mengharap pahala yang agung di sisi Allah SWT, karena itulah ia senantias menjaga kualitas

puasanya dari hari ke hari. Menjaganya agar tidak terkotori dengan noda-noda yang akan

mengurangi nilai pahalanya.

Kedua : Bau mulut yang Wangi

Fasilitas kedua yang diberikan Allah SWT kepada orang yang berpuasa adalah, bau mulut kita

menjadi begitu semerbak mewangi di akhirat nanti. Rasulullah SAW bersabda :

sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi disisi Allah subhanahu wa ta’ala

daripada wangi minyak kesturi” (HR Bukhori)

Mungkin sebagian dari kita bertanya-tanya mengapa hal semacam ini menjadi kekhususan

tersendiri di sisi Allah SWT. Mengapa persoalan bau mulut sampai diungkit dalam janji Allah

SWT kepada hamba-Nya yang berpuasa ?. Marilah kita lihat janji ini sebagai isyarat bahwa

apapun yang terkait orang yang berpuasa sungguh akan dihargai oleh Allah SWT, bahkan

sekalipun yang terkait dengan bau mulut. Logika sederhananya adalah, jika bau mulut saja

sudah begitu diperhatikan dan dihargai, maka bagaimana dengan hal-hal lain seputar orang

berpuasa ? Keringatnya dalam menahan panas, perjuangannya menahan lapar, tentulah ini

semua juga akan berujung kebaikan demi kebaikan di akhirat nanti. Amin allahumma amiin …

Ketiga : Mendapatkan Syafaat dengan Puasanya

Hal keempat yang akan didapatkan oleh orang berpuasa di akhirat nanti adalah syafaat atau

pembelaan dari amal puasanya. Sebagaimana jelas disebutkan Rasulullah SAW dalam haditsnya

“Puasa dan al-Qur’an akan memberi syafa’at kepada seorang hamba pada Hari Kiamat. Puasa

berkata, ‘Wahai Rabbku, aku telah menghalanginya dari makan dan syahwatnya di siang hari,

maka izinkan aku memberi syafa’at kepadanya.’ Al-Qur`an berkata, ‘Aku telah menghalanginya

dari tidur di malam hari, maka izinkan aku memberi syafa’at kepadanya” (HR Ahmad)

Subhanallah .. puasa dan bacaan Al-Quran akan berubah menjadi pembela-pembela kita di

akhirat nanti. Memperjuangkan kita dengan memberikan syafaat agar kita terhindar dari fitnah

dan siksa perhitungan akhirat. Karena bisa jadi ada amal-amal kebaikan yang belum sempurna

tertunaikan, atau dosa yang belum sepenuh terlebur, maka syafaat senantiasa masih kita nantinantikan,

dan ternyata salah satunya bisa berasal dari amal puasa kita.

Keempat: Pintu Surga khusus “Arroyan” bagi orang yang berpuasa

Dalam sebuah hadits yang panjang Rasulullah SAW memberitahukan kepada kita kemuliaan lain

dari orang yang berpuasa , beliau menyebutkan dengan lisannya yang mulia :

Sesungguhnya di

surga ada sebuah pintu yang bernama Ar-Royyaan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa

akan masuk surga melalui pintu tersebut dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu

tersebut kecuali mereka. Dikatakan kepada mereka,’Di mana orang-orang yang berpuasa?’

Maka orang-orang yang berpuasa pun berdiri dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui

pintu tersebut kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, pintu tersebut ditutup dan tidak ada

lagi seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut.”(HR Bukhori Muslim)

Jelas sekali bahwa ibadah puasa mempunyai kedudukan tersendiri yang begitu mulia, hingga

bagi mereka yang gemar berpuasa dan sukses dalam puasa Ramadhannya mendapatkan pintu

khusus yang disebut dengan Arroyan. Tentunya kita semua berharap bisa memasuki pintu surga,

dan bisa jadi insya Allah melalui pintu Arroyan yang dijanjikan kepada ahlu shoum …. Amiin

allahumma amiin …

Kelima : Kegembiraan Bertemu Allah SWT.

Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan yaitu kegembiraa ketika dia

berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya. (HR Bukhori)

Kegembiraan di kampung akhirat berikutnya adalah kesempatan berjumpa dengan Allah SWT.

Sungguh sebenarnya inilah puncak dari kebahagiaan dan janji Allah kepada orang yang

berpuasa, yaitu mendapatkan kemuliaan tersendiri bertemu dengan Allah azza wa jalla. Amal

puasa kita ternyata bisa menjadi tiket tersendiri untuk mendapatkan impian setiap mukmin

sejati ini.

Akhirnya, tiada kata lagi setelah ini kecuali marilah bersama kita lanjutkan program Ramadhan

dan ibadah puasa kita dengan terus menjaga semangat dan kekhusyukannya. Jangan ada lagi

semangat yang mengendur di tengah Ramadhan, apalagi lalai dalam mengisi Ramadhan dengan

kebaikan dan menyibukkan diri dengan persiapan mudik dan lebaran. Mari kita tuntaskan

Ramadhan dengan sepenuh kesungguhan dan harapan akan janji-janji Allah sebagaimana telah

disebutkan. Semoga Allah SWT memudahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *