Pandangan Umat Terhadap Dien

Masyarakat kita memang mayoritas muslim tetapi mayoritas pula dari mereka tidak tahu dengan ajaran dien-nya sendiri. Sehingga kita ketahui banyak orang yang mengaku Islam, namun tidak mengetahui apa ajaran Islam itu, apa yang diperintahkan Islam dan apa yang dilarang Islam. Sehingga tidak jarang kita dapati orang yang melakukan kemungkaran namun ia anggap itu hal biasa atau bahkan dianggap sebagai suatu kebenaran. Keadaan seperti ini kalau kita biarkan maka akan terus berlanjut dan masyarakat kita akan tetap tenggelam dalam kubangan lumpur kemungkaran.

Tentu kita semua berhasrat merubah keadaan masyarakat kita kepada yang lebih baik dalam takaran syariat Islam. Maka mari kita ajak masyarakat untuk kembali mendalami ajaran dien kembali kepada Islam secara keseluruhan. Firman Allah:

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya saitan itu musuh yang nyata bagimu.” (Al-Baqarah: 208).

Advertisement

Tetapi disini banyakan dari masyarakat menganggap bahwa dalam islam  hanyalah sholat dan  dalam penerapan kehidupan sehari hari masih takut sama tradisi yang belum jelas asal usulnya, mereka malah lebih takut kepada tradisi  dan kalau meninggalkan sholat dan melanggar perintah Allah mereka menganggap biasa- biasa saja. Padahal Allahlah yang memberi kita  kehidupan, Allah yang menundukan langit  untuk manusia,  Allah yang menundukan bumi buat kehidupan manusia dan Allah juga yang menundukan laut buat kepentingan manusia. Allah menurunkan hujan untuk menumbuhkan tanaman-tanaman

Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu, dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. ( Qs. Ibrahim ayat 32 )

Dari ayat tersebut diatas manusia lebih suaka menyembah atas namama mahluk buatan Allah. Semoga kita terhindar dari sifat yang selalau melupakan Allah , mari kita ingat Allah kapan saja dimana saja  dan dalam keadaan apapun kita selalu ingat dan ber gantung hanya kepada  Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *