Perayaan Tahun Baru Menyimpang dari Ajaran Islam

Gambr-bukit-pasir-dan-sinar-matahari-425x450

وَسَخَّر لَكُمُ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ دَآئِبَينَ وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ -٣٣- وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ الإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ – ٣٤-

Dan Dia telah Menundukkan matahari dan bulan bagimu yang terus-menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan malam dan siang bagimu. Dan Dia telah Memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).QS Ibrahim ayat 33 – 34

Advertisement
Dari ayat jelaslah bagi kita bahwa Allahlah yang menciptakan matahari dan bulan  juga menjadikan siang dan malam untuk kita  syukuri akan tetapi Allah tidak meminta kita untuk berlebihan dalam mensyukurinya jangan sampai melupakan Allah yang telah menciptakan semua. Banyak sekali manusia didalam mensyukuri salah sasaran, banyak sekali ciptaan Allah di sembah, dikeramatkan dan di puja melebihi kapasitasnya sebagai mahkluk oleh manusia. Mereka manusia didalam pergantian tahun selalu berlebihan bahkan sampai dengan ritual- ritual yang selalu menghabiskan dana yang seharusnya diperuntukan untuk pembangunan bukan untuk mengumbar hawa nafsu yang sesaat. Perayaan tahun baru yang berlebihan akan menambah kesengsaraan  baik di dunia maupun di akhirat karena  banyak sekali perintah- perintah Allah yang di langgar manusia yang terlalu berebihan dengan berfoya-foya bersuka cita menghamburkan uang dan membakar petasan tetapi lupa akan apa yang diminta Allah

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لِّأُوْلِي الألْبَابِ -١٩٠- الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَىَ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ -١٩١-

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau Menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. ( QS. Al Imran Ayat 190-191 )

Dari ayat tersebut dapat kita pahami kita harus mengingat Allah dalam berbagai keadaan atau beribadah kepada Allah dalam kondisi apapun. Mewujudkan rasa syukur dengan banyak beribadah  bukan dengan memperbanyak perbuatan- perbuatan yang akrab dengan sifat-sifat syaithan, mengapa kita manusia malah lebih percaya diri didalam melaksanakan amalan-amalan syaithan tetapi malu meakukan perintah-perintah Allah, kita hidup karena Allah, kita diberi tempat tinggal di bumi oleh Allah, kita di beri nafas dengan udara yang allah berikan gratis kepada kita tanpa harus bayar  tapi kita malah mengingkarinya dengan bersekutu dengan amalan amalan syaithan sampai Allah berulang-ulang menyindir kita dalam ayat-Nya

فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?

Dengan sindiran Allah diatas marilah kita introspeksi diri kita sudahkah kita ta’at kepada Allah ataukah kita malah menjauh dari ajaran Islam yang telah diberikan kepada kita

Fastabihul Khairat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *