Kewajiban Mengingkari Thoghut dan Kewajiban Beriman Kepada Allah

Allah telah mewajibkan kepada kita semua untuk mengingkari thoghut dan beriman kepada Allah swt. Sebagaimana firman-Nya :

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)”  (Qs. An-Nahl : 36).

A.    Shifat mengingkari Thoghut

  1. Meyakini bahwa beribadah selain kepada Allah itu Bathil
  2. Meninggalkannya (thoghut)
  3. Membencinya (thoghut)
  4. Mengingkari pelakunya
  5. Memusuhi mereka (para penyembah thoghut)

B.     Makna iman kepada Allah

  1. Meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang disembah.
  2. Memurnikan seluruh macam bentuk ibadah hanya untuk Allah
  3. Meniadakan seluruh yang disembah selain Allah.
  4. Mencintai ahli ikhlash dan menolong mereka.
  5. Membenci ahli syirik dan memusuhi mereka.

Dalilnya :

”Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: “Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatu pun dari kamu (siksaan) Allah”. (Ibrahim berkata): “Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali”. (Qs. Al-Mumtahanah : 4).

C.    Definisi Thoghut

Pengertian thoghut disini lebih umum, yaitu mencakup tiap apa-apa yang disembah selain Allah, lalu ridho beribadah kepada apa yang disembahnya, dan apa-apa yang diikuti dan ditaati selain taat kepada Allah dan Rasul-Nya maka itu merupakan thoghut. Thoghut-thoghut seperti definisi tersebut diatas sangatlah banyak sekali.

D.    Penggede-penggede Thoghut 

  1. Syaiton, yang mengajak untuk beribadah kepada selain Allah. Firman Allah swt : ”Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”.(Qs. Yaasiin : 60)
  2. Seorang Hakim yang lalim, yang merubah hukum Allah. Firman-Nya : ”Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya”. (Qs. An-Nisaa’ : 60).
  3. Orang yang berhukum kepada selain apa yang Allah turunkan (kitab suci). Sebagaiman firman-Nya : ”Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir”. (Qs. Al-Maidah : 44).
  4. Orang yang mengaku-aku mengetahui yang ghoib dari selain Allah. Firman-Nya : ”(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang gaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya”. (Qs. Al-Jin : 26-27) Juga firman-Nya : ”Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz)”. (Qs. Al-An’am : 59)
  5. Orang yang beribadah kepada selain Allah dan ridho dengan ibadahnya tersebut. Allah swt berfirman : ”Dan barang siapa di antara mereka mengatakan: “Sesungguhnya aku adalah tuhan selain daripada Allah”, maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang dzalim”. (Qs. Al-Ambiyaa’ : 29)

E.  Perhatian

Sesungguhnya manusia atau seseorang itu tidak disebut iman kepada Allah sebelum dia itu mengingkari thoghut. Sebagaimana yang Allah firmankan : ”Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Qs. Al-Baqarah : 256).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.