Sarapan Pagi: Silau

Ceritanya begini, Malam Ahad kemaren, inspirasi ini kembali muncul. Sambil Memacu sepedamotor di jalanan Semanu-Ponjong hampir mencelakakan saya.

Dari arah berlawanan mobil dengam lampu kebiruan seolah membutakan mata ini yg memang minus dan perlu bantuan kacamata.

Advertisement

“SILAU” itulah yang hampir menghempaskan diri ini ke dalam selokan. Agaknya “SILAU” memang menjadi permasalahan tersendiri dalam hidup kita.

Silau terhadap kekuasaan, maupun kemewahan dunia menjadikan kita hilang arah. Nabrak2, tidak lagi melihat halal dan haram. Tidak lagi menghargai etika dan akhlak.

Tidak lagi peduli dengan orang lain. Maka jagalah hati ini untuk tidak mudah silau dengan dunia.

Billahi fii sabilil haq, fastabiqul khairat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.