Sejarah Adzan

Sejarah Adzan; Mungkin cerita ini akan bermanfaat untuk kita semua, tentang Sejarah Adzan. Perlu di ketahui bersama Nama bahwa Yatsrib dirubah menjadi Madinah (Kota Peradaban). di Kota ini dibangun Masjid dan dari sanalah syariat Adzan bermula.

Syariat Adzan bermula tatkala Rosulullah ingin menggunakan Terompet khas orang Yahudi untuk memanggil kaum muslimin untuk menunaikan ibadah Shalat. Namun, Rosulullah tidak menyukai Teromptet tersebut hingga Rosulullah meminta menggunakan Genta yang ditabuh saat masuk waktu shalat seperti dilakukan orang Nasrani.

Advertisement

Kemudian diceritakan Rosullah memerintahkan kepada Umar bin Khaththab membeli dua potong kayu untuk membuat Genta esok harinya. Namun, malam hari Umar bermimpi dalam tidurnya agar jangan menggunakan Genta untuk memanggil Kaum Muslim melaksanakan shalat. Mimpi itu kemudian dia sampaikan kepada Rosulullah, dan ternyata Wahyu Allah kepada Rosulullah telah mendahuluinya.

Istana Alhambra tempat tinggal raja moor tempo dulu di Andalusia Spanyol
Istana Alhambra tempat tinggal raja moor tempo dulu di Andalusia Spanyol

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Abdullah bin Zaid sudah lebih dahulu datang kepada Rosulullah dengan mengatakan

Rosulullah, semalam aku bermimpi ada orang yang berpakaian hijau lewat depan rumahku sambil membawa genta dan aku bertanya kepadanya… Wahai hamba Allah apakah akan kau jual Genta itu?

Orang itu kemudian menjawab dengan nada bertanya… Hendak kau pakai buat apa? Kemudian aku jawab untuk memanggil orang shalat. Kemudian dia menjawab… boleh aku tunjukkan cara yang lebih baik? Kemudian orang tersebut lafal adzan.

Kemudian Rosulullah pun memerintahkan kepada Bilal untuk mengumandangkan adzan. Umar mendengar seruan tersebut kemudian keluar rumah dan berkata

Rosulullah demi Yang Maha Mengutus engkau.. aku juga bermpimpi seperti itu

Sejak itu, Rosulullah memerintahkan kepada kaum Muslim untuk mengumandangkan adzan lima kali dalam sehari, Adzan dijadikan pertanda masuknya waktu shalat sekaligus seruan bagi kaum Muslim untuk menegakkan shalat berjamaah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *