5 Nasehat Malaikat Jibril Untuk Rasulullah Dan Ummatnya

Malaikat Jibril alaihissalam datang kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berbicara kepada beliau dalam konteks beliau sebagai salah seorang hamba dari hamba-hamba ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala. Dengan demikian apapun yang disampaikan Jibril alaihissalam juga berlaku untuk semua hamba ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala. Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saja dinasehati dan diingatkan, maka bagaimana dengan manusia selain beliau?! Tentunya mereka lebih membutuhkan nasehat dan peringatan, mereka tidak bisa lepas dari keduanya.
Dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَتَانِيْ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ ، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ ، ثُمَّ قَالَ: يَا مُحَمَّدُ شَرَفُ الْمُؤْمِنِ قِيَامُهٗ بِاللَّيْلِ ، وَعِزُّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ

“Jibril mendatangiku lalu berkata, “Wahai Muhammad! Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati, cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya dan berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya.” Kemudian dia berkata, “Wahai Muhammad! Kemuliaan seorang mukmin adalah berdirinya dia pada malam hari (untuk shalat malam), dan keperkasaannya adalah ketidakbutuhannya terhadap manusia.” (H.R. Ath-Thabarani, Abu Nu’aim dan Al-Hakim)

Nasehat Pertama

“Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati!”

Hal yang terburuk bagi manusia adalah kematian, karena dengan datangnya kematian maka manusia tidak akan pernah berbuat apa-apa lagi. Jangankan berbuat, berpikir saja manusia sudah tidak bisa lagi karena tubuh sudah ditinggalkan oleh rohnya.

Kematian ini akan datang dan menghampiri setiap manusia dan tidak mungkin meleset. Dan sekalipun manusia melihatnya jauh, namun di sisi ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala adalah dekat. Setiap yang akan datang pasti datang, dan setiap yang akan datang adalah sesuatu yang dekat.

ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (Q.S. Al-Anbiyā’ 21 : 35)

ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (ALLAH), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Jumu’ah 62 : 8)

Dengan mengingat kematian, diharapkan setiap mu’min menghilangkan ketergantungan dan ketamakan hati terhadap dunia dan kesenangan-kesenangannya. Dengan mengingat kematian, sudah seharusnya manusia memendekkan angan-angan untuk dunia dan hanya mengharapkan kehidupan di negeri akhirat yang kekal.

ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (Q.S. Al-‘Ankabut 29 : 64)

Dengan demikian, hendaklah setiap hamba mempersiapkan diri untuk menyambut tujuan akhirnya yaitu kematian, dengan cara menyiapkan diri untuk sesuatu setelahnya (akhirat).

Nasehat Kedua

“Cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya!”

Setiap mu’min dibebaskan untuk mencintai siapa saja di antara semua makhluk, namun sesungguhnya mereka akan berpisah dengannya. Maka jangan sampai seorang mu’min menyibukkan hatinya dengan kesenangan-kesenangan dunia yang fana berupa istri, anak, harta dan selainnya dari hal-hal yang dicintai.

ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanya permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan dari ALLAH serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Q.S. Al Hadid 57 : 20)

Karena itu – Wahai hamba ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala – bisa jadi semuanya akan pergi darimu, atau bisa jadi kamu yang pergi dari mereka!

Maka sibukkanlah hati dengan kecintaan terhadap Dzat yang tidak akan pernah berpisah dan tidak akan pernah terpisah, yaitu dengan mengingat ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala dan melakukan amal shalih yang dicintai oleh-Nya. Karena hal itu kelak akan menemani di alam kubur dan tidak akan pernah berpisah selamanya.

ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalih lebih baik pahalanya di sisi Rabb-mu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (Q.S. Al-Kahfi 18 : 46)

Nasehat Ketiga

“Berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya!”

“Berbuatlah sesukamu” berarti bahwa manusia bebas melakukan perbuatan yang baik maupun yang buruk sesukanya. Namun semuanya akan berakhir saat kematian datang, selanjutnya setelah kematian ternyata ada perhitungan dan pembalasan di akhirat. Setiap orang akan diberi putusan sesuai dengan konsekuensi dari perbuatannya.

ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Berbuatlah apa yang kamu kehendaki; sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Fuṣṣilat 41 : 40)

ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Q.S. Az-Zalzalah 99 : 7-8)

Setiap balasan sesuai dengan amal yang telah dikerjakan, jika amalan yang dikerjakan tersebut baik maka balasannya akan menyenangkan dan jika buruk maka perjumpaan dengan balasan tersebut akan sangat menyedihkan.

Nasehat Keempat

“Kemulian seorang mukmin adalah berdirinya dia pada malam hari (untuk shalat malam)!”

Ketinggian dan kehormatan seorang mu’min adalah usahanya menghidupkan malam dengan mendawamkan shalat tahajjud di dalamnya, berdzikir dan membaca Al-Qur’an.

ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Dan pada sebagian malam hari shalat tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Rabb-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (Q.S. Al-Isrā’ 17 :79)

“Dan hamba-hamba Rabb Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melalui malam hari dengan sujud dan berdiri untuk Rabb mereka.” (Q.S. Al-Furqān 25 : 63)

ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada ALLAH).” (Q.S. Adz-Dzāriyāt 51 : 15-18)

Dari Abdullah ibn Umar ibn ‘Ash radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Shalat yang paling disukai ALLAH ialah shalat Nabi Daud, dan puasa yang paling disukai ALLAH ialah puasa Nabi Daud. Beliau tidur seperdua malam, berdiri (shalat) sepertiganya, dan tidur seperenamnya, beliau puasa satu hari dan berbuka satu hari.” (H.R. Bukhari)

Dari Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dirikanlah shalat malam, karena sesungguhnya shalat malam itu adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kamu, (shalat malam dapat) mendekatkan kamu kepada Rabbmu, (shalat malam adalah) sebagai penebus perbuatan buruk, mencegah berbuat dosa, dan menghindarkan diri dari penyakit yang menyerang tubuh.” (H.R. Ahmad)

Dari Abdullah ibn Muslin radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Kalimat yang pertama kali kudengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat itu adalah, “Hai sekalian manusia! Sebarkanlah salam, bagikanlah makanan, sambunglah silaturrahim, tegakkanlah shalat malam saat manusia lainnya sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.”” (H.R. Ibn Majah)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnah di waktu malam.” (H.R. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Shalat yang paling utama sesudah shalat fardhu adalah qiyamul lail (shalat di tengah malam).” (Q.S. Muttafaqun ‘alaih)

Nasehat Kelima

“Keperkasaannya adalah ketidakbutuhannya terhadap manusia!”

Kekuatan, keperkasaan dan keunggulan seorang mu’min dari orang lain adalah ketercukupannya dengan apa yang dikaruniakan ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala kepadanya, dan ketidakbutuhannya terhadap apa yang ada di tangan manusia. Dan karena mulianya hamba ini di tengah-tengah manusia, maka ia menjadi orang yang dicintai di tengah-tengah mereka.

Abu Abbas Sahl ibn Sa’d As-Sa’idi radhiyallahu ‘anhu berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkan padaku suatu amalan yang apabila kulakukan aku akan dicintai ALLAH dan dicintai manusia.” Rasululullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Zuhudlah terhadap dunia, pasti ALLAH mencintaimu, dan zuhudlah terhadap apa yang di tangan manusia, pasti manusia pun mencintaimu.” (H.R. Ibn Majah)

Umur manusia itu sangatlah pendek ketika dibandingkan dengan kehidupan di akhirat yang kekal. Jibril menyampaikan pesan singkat tentang melalui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang hal terbesar yang bermanfaat dan bisa menyelamatkan setiap hamba ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala dari kengerian hari pembalasan yang pasti akan datang kemudian.

Dan nasehat singkat ini pun telah mencakup kebaikan dunia dan akhirat, dan memberikan jaminan dengan kebahagiaan di dua negeri tersebut (dunia dan akhirat).

Wallahu a’lam bishshawab.

Sumber : Berbagai sumber.

Umum. Bookmark the permalink.

Mas Surahman

Ketua Seksi Bidang Dakwah Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Ponjong 2010-2014

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *