Semangat, Yakin dan Fokus

Syukur, ketaatan dan keikhlasan. Demikian kita memaknai kurban. Syukur atas karunia dari Allah SWT yg memberi kenikmatan kepada kita semua. Kenikmatan yg tiada terhitung. Maka sepantasnya kita tunduk dan taat kepadaNya. Sebagaimana Ibrahim as yg taat untuk menjalankan perintahNya.

Dimulai dg menempatkan keluarga kecilnya di lembah yg tandus dan gersang yakni di Bakkah (Makkah) sampai pada saat mengurbankan putranya. Dan semua itu dilaksanakan dengan ikhlash.

Advertisement

Di lereng2 gunung diantara kokohnya bukit kapur di Gunungkidul, kami menyapa saudara kami dengan semangat syukur, taat dan ikhlash. Begitulah cara kami menjalin ukhuwah. Kadang di seputarn Ponjong yg menjadi wilayah teritorial dakwah kami, tapi juga sering kami melupakan batas2 teritorial ini sehingga kami mencakup daerah di kabupaten Gunungkidul, bahkan sampai lintas Provinsi.

Kami hadir di perbatasan Jawa Tengah, sebelah utara, atau juga sebelah timur. Bagi kami mereka adalah saudara kami, tanpa dibatasi dengan wilayah bahkan tidak hanya di dunia namun mereka saudara kami di akhirat. Kami menyapa, kami membawa sedikit kebahagiaan, kami berbagi sedikit ilmu dan kami membawa pulang ruh keimanan dan semangat dari mereka.

Hari ini kami menyapa saudara kami di dusun Brengkut, desa Pucung, Eromoko, Wonogiri, Jawa Tengah. Setelah itu kami menyapa saudara kami di dusun Petung, desa Ngandong, Eromoko, Wonogiri, Jawa Tengah.

Mereka menyambut kami sebagai saudara. Itulah ruh keimanan.

“Tiada beriman seseorang diantara kamu, sehingga mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri”.

Di sisi lain, hati kami juga gundah karena saudara kami di Rohingnya, Suriyah, Palestina dan daerah lain mendapat ujian. Di injak2 hak2 kemanusiaannya dan dihinakan. Kami sakit sebagaimana mereka sakit.

Kami juga marah sebagaimana mereka marah. Namun kami hanya bisa berdoa dalam munajat kami. Ya Rabb. Ampuni kami, sayangi kami. Janganlah Engkau hukum kami karena kesalahan kami, janganlah Engkau uji kami dengan beban ujian yg tidak mampu kami pikul.

Aamiiiiin.

Tulisan Anang Fathurozy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *