Suasana Takbir Kliling Di Kecamatan Ponjong

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ –

Nama – Nama Lain Dari Bulan Ramadhan

Jika kita perhatikan perintah puasa, kita mendapati bahwa perintah itu diawali dengan “yaa aayuhal ladziina aamanuu: wahai orang-orang yang beriman”. Di sini ada indikator yang cukup mudah dirasakan, bahwa mereka yang tidak terpanggil berpuasa, mereka yang menuruti hawa nafsunya dengan tetap makan dan minum seenaknya, mengindikasikan bahwa iman belum menancap kuat dalam hatinya.