Challenge and Respons Umat Hadapi Pandemi COVID-19

Dunia sedang digemparkan oleh wabah virus corona yang muncul kira – kira sejak Desember 2019. Berbagai negara dibuat sibuk dengan virus ini bahkan negara yang memiliki kemampuan teknologi kesehatan dan mitigasi bencana pandemi  yang terbaik di dunia pun pontang – panting dengan munculnya Covid-19 (Corona virus deseas 2019). Tak terkecuali negara – negara maju di Eropa dan Amerika yang justeru memiliki dampak kasus yang lebih tinggi daripada asal ditemukannya virus itu sendiri yakni Wuhan, China.  Badan kesehatan dunia (WHO) mengatakan bahwa virus ini telah menjadi pandemi Global. Corona bukan penyakit yang bisa dianggap remeh, sejak kemunculannya hingga saat ini dampak dari berbagai sektor sangat terasa di masyarakat. Mulai dari dampak sosial, budaya hingga ekonomi. Dampak ini yang paling banyak dirasakan masyarakat khususnya di Indonesia. munculnya istilah – istilah baru di masyarakat juga tak luput dari virus ini, mulai dari pandemic, physical distancing, social distancing, self quarantine, disinfectan hingga yang paling sering diberitakan adalah istilah lockdown.

Advertisement
Media elektronik di dunia memberitakan secara gencar dan banyak hal tentang virus ini. Informasi yang disajikan kepada pemirsa pun bermacam – macam bahkan kadangkala kita sangat sulit untuk mengetahui mana informasi yang benar – benar seharusnya bisa diterma oleh masyarakat dan mana berita yang ternyata hanyalah sebuah kabar burung saja. Pada tulisan ini tidak akan membahas tentang mana berita yang benar dan hoax, namun kita akan membahas tentang dampak pola berfikir masyarakat dengan adanya corona virus ini sehingga mereka akan tetap bisa survive di tengah pendemi mematikan dengan cara bersatu melawan bersama – sama dan saling membantu kebutuhan satu dengan yang lainnya. Adanya covid-19 ini juga memaksa sebagian golongan masyarakat yang sering menyuarakan free will atau kemauan bebas manusia untuk mengubah suatu kondisi, terpaksa harus menahan idealisme mereka dan harus patuh terhadap protokoler mitigasi pencegahan penularan virus corona.

MCCC Cabang Pojong
MCCC Cabang Pojong

Tiga Dampak COVID-19 kepada Masyarakat

Setidaknya ada tiga dampak yang paling dirasakan oleh masyarakat dengan adanya corona virus, yakni dampak sosial, budaya dan ekonomi. Arnold J. Toynbee telah memperkenalkan dalam kaitannya dengan teori Challenge and Respons. Berdasarkan teori tersebut, budaya bisa muncul karena tantangan dan respon antara manusia dan alam sekitarnya, serta pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan oleh sebagian kecil pemilik kebudayaan. Selain itu menurut Arnold J. Toynbee tantangan dan respon muncul akibat dari adanya kausalitas baik dalam ide, wacana, mapun gerak.

Dampak Pertama,

Secara sosial, ada tantangan baru yang harus dihadapi masyarakat Indonesia yakni mereka tidak diperkenankan berkumpul, mengadakan event yang melibatkan banyak orang atau social distancing. Demi memutus mata rantai penyebaran covid-19 tidak sedikit masyarakat harus merelakan menunda resepsi pernikahan, pergi ke pasar hingga tidak lagi melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Jelas ini tantangan baru bagi masyarakat Indonesia yang notabene memiliki budaya ketimuran bersosial dan berinteraksi dengan masyarakat dalam kehidupan sehari hari.

Dampak Kedua,

Secara budaya, menurut Koentjaraningrat ada 7 unsur kebudayaan yaitu; bahasa, sistem pengetahuan, sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian hidup, sistem religi dan kesenian. Kita tidak akan membahas semua unsur budaya yang berubah akibat covid-19, kita contohkan satu budaya yang berubah akibat virus corona yakni budaya mudik. Sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia ketika memasuki bulan ramadhan menuju hari raya Idul Fitri, masyarakat berbondong – bondong menuju kampung halaman untuk bertemu dengan orang tua atau saudara di kampung halaman. Dengan adanya virus ini, peranau dipaksa untuk tidak mudik terlebih dahulu demi memutus mata rantai penyebaran virus corona. Pertama dalam sejarah hidup penulis, ada larangan mudik dari pemerintah dalam rangka mitigasi merebaknya penularan virus corona.

MCCC Ponjong
MCCC Ponjong

Dampak Ketiga,

Secara ekonomi, sudah jelas barang tentu yang sangat berdampak dengan adanya virus ini adalah masalah ekonomi. Akibat adanya anjuran untuk stay at home, work from home, dan kegiatan home home lainnya, tidak sedikit para pelaku usaha kehilangan pendapatannya. Bahkan perusahaan besar pun juga mengikuti tren, terdampak colaps. Sangat dilematis memang, di satu sisi dengan hanya tinggal di rumah saja masyarakat perlu adanya penjamin secara finansial untuk memenuhi kehidupan mereka, di sisi lain tidak jarang dari mereka harus kehilangan pekerjaan karena terjadi ketidak efektifan dalam pola kerja di rumah, sementara perusahaan harus menanggung tombok karena tren permintaan lebih rendah daripada penawaran. Pelaku usaha dituntut untuk terus berinovasi supaya dapur tetap ngebul.

Masa pandemi Covid-19 adalah momen yang tepat bagi umat Islam untuk mengamalkan persatuan dalam bentuk sosial.

Itulah beberapa gambaran dampak akibat corona virus, yang secara umum terjadi di sekeliling kita. Maka apa yang harus kita lakukan selama masa tanggap darurat covid-19 ini. Pertama, ikutilah anjuran pemerintah tentang protokoler mitigasi pencegahan virus corona. Hal demikian sangat penting karena tidak hanya menyangkut kesehatan dan keberlangsungan hidup pribadi, namun juga keluarga, kerabat dan sahabat dekat kita. Kedua, jika terjadi gejala tertular virus corona seperti : batuk, sakit tenggorokan, demam, nyeri semua bagian tubuh dan diare, segera menghubungi petugas kesehatan terdekat. Ketiga, melaksanakan ibadah di rumah seperti anjuran dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam keadaan darurat seperti sekarang ini, boleh menerapkan ruksah atau keringanan dalam beribadah. Keempat, berkomitmen tetap menjaga ukhuwah dan persaudaraan dalam menghadapi Covid-19. Masa pandemi Covid-19 adalah momen yang tepat bagi umat Islam untuk mengamalkan persatuan dalam bentuk sosial.

Avatar
Pustaka , , . Bookmark the permalink.
Avatar

Mas Panca

Seorang Pembelajar, Sekretaris @PCPMPonjong dan juga Anggota KOKAM Daerah Gunungkidul. Saat ini aktif kuliah dan juga mengajar di SMK Muhammadiyah Wonosari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.